12.9.14

#7 This Friday

Yeaaayy! Thanks God It's Friday! Artinya saya akan silam sejenak meninggalkan Jakarta menuju kota yang disayang sejuta umat, Yogyakarta.

Ini bukan kali pertama saya kesana. Sudah beberapa kali, tidak terhitung. Tepatnya malas menghitung. (Buat apa juga :p) Dan selalu menyenangkan. Tidak pernah bosan. Meski kali ini saya kesana bukan dalam rangka liburan namun menemani Hipnos ke pernikahan teman kantornya, tetap saja IT IS YOGYAKARTA, you know! At weekend. Double happiness.

Mari kita packing.. dengan sedikit drama enaknya bawa berapa stel baju.
Gimana kalau satu lemari dibawa semua?

Happy weekend!

11.9.14

#6 Tanggal Sebelas

sekali kali ingin nulis tentang pacar ah.. mumpung hari ini kita satu tahun sembilan bulanan. ciee.. cem abege aja per bulan diitung.

pacar saya seorang Aquarius. akhir-akhir ini saya suka memperhatikan karakter beberapa zodiak. menurut yang saya dapat, Aquarius merupakan zodiak dengan unsur angin, jadi karakternya kurang lebih seperti angin. bebas, ngga terlalu attach, dan suka berubah-ubah. pride-nya tinggi, jadi bisa sangat sensitif kalau ada yang bersinggungan dengan prinsipnya. naahh, meski cuek, orang-orang Aquarius itu sebenarnya helpful, meski responnya datar. Dan kalau marah, seringnya suka hilang meninggalkan arena.

sedangkan saya seorang Cancer yang sangat sensitif, tapi sering menyembunyikannya dengan cangkang yang berlapis-lapis. banyak banget emosi yang disembunyikan. oleh karena itu sering banget bicara pake kode, yang sementara Aquarius paling males mecahinnya. unsurnya air, ngga heran kalo Cancer itu perasa banget. dan kalau sudah sayang, mereka pasti attach banget sama pasangannya.

karakter saya dan pacar bertolak belakang. awalnya susah banget mengimbangi sifatnya yang cuek dan datar, belum lagi dia ngga romantis sama sekali. tapi semakin kesini, perbedaan itu tidak lagi menjadi beban. mungkin karena saya sudah paham dengan kebiasaannya, atau mungkin juga dia sedikit demi sedikit sudah berubah mengimbangi saya. sekarang dia suka memberikan kejutan-kejutan kecil, berkata romantis ketika chat, dan memberikan gestur-gestur kecil yang membuat saya sumringah. hehehe jadi senyum-senyum sendiri nulisnya

pernah suatu ketika, kita ngobrol tentang masa depan. meski tipis, tapi bikin saya deg-deg-an. entah karena terlalu excited, atau malah sebaliknya, takut.
takut dia sudah siap, tapi ternyata saya belum.

however, I love you to the moon and back, Hipnos.

10.9.14

#5 Kebebasan itu mahal harganya

kamu pikir hidup sendiri itu enak?

sebagai orang yang pertama kali merantau, tentu saja saya akan menjawab big no. awalnya memang sangat mendambakan kebebasan untuk memilih mau makan dulu atau mandi dulu dalam mengawali hari. atau tidak ada yang mempertanyakan keberadaan saya ketika pukul 2 dini hari belum pulang. intinya, no fucking rules!

kenyataannya?

banyak banget aturan-aturan yang kasat mata yang mau ngga mau harus kita kerjakan. contohnya, jangan sering-sering menyenangkan perut kalau ngga mau akhir bulan cuma makan nasi, krupuk dan kecap. harus bisa cuci baju dan setrika sendiri, kalau ngga mau duitnya habis buat ke tukang laundry. matikan listrik yang tidak terpakai kalau tidak ingin tagihan membengkak dan bikin kamu ngga bisa beli sepatu yang kamu idamkan. daaaannn masih banyak aturan-aturan untuk survive hidup sendiri di kota orang.

belum lagi kalau homesick.

tiket pesawat jakarta-surabaya itu ngga ada yang murah. pasti 400 ribu ke atas. begitupun dengan kereta, cepet banget habisnya. jadi kalau homesick, ya cuman bisa telpon atau kepoin facebook orang rumah. hiks.

kebebasan itu mahal ya harganya..

9.9.14

#4 Nikahi aku sajalah, Mas..

beberapa teman dekat sudah menikah. bahkan ada yang sudah punya anak. selain pengeluaran untuk datang ke pernikahan bertambah, bertambah pula kesadaran bahwa umur ini sudah semakin banyak.

saya ngga tau, apakah saya termasuk orang yang sudah siap atau belum. cuman akhir-akhir ini, timeline instagram atau pinterest mulai banyak dengan foto-foto kebaya, pre-wedding, dan bahkan desain ruangan pernikahan. atau kalau lagi buka youtube, pasti paling tidak melihat satu video proposal. bahkan kalau lagi stuck banget sama kerjaan, rasa-rasanya ingin bilang ke mas pacar, "Nikahi aku sajalah, Mas.."

HAHAHAHA!

padahal kalau kata yang sudah menikah, kehidupan setelah pernikahan itu bikin semuanya menjadi bercabang. bayangkan kamu bersama seorang lelaki 24/7 yang jelas berbeda karakter atau bahkan pride maupun prinsipnya. berbeda kebiasaan, cara berpikir, atau bahkan berbeda prioritas. saya kalau ketemu dengan orang yang ngga sama prinsipnya saja terkadang memilih untuk tidak bersinggungan secara berkala. kalau begitu, apa-apa harus berdasarkan pemikiran dua kepala. bercabang. berarti kalau emosi kita belum siap untuk itu, wah.. bisa-bisa adu argumen tiap hari. apalagi kalau ditambah punya pasangan yang keras kepala. belum lagi masalah anak, finansial dan hal-hal sensitif lainnya. 

saya salut dengan teman-teman saya yang menikah di usia muda. itu artinya, mereka sudah lebih siap meski secara usia masih terbilang muda. sedangkan saya, menentukan mau makan apa hari ini saja harus pake drama dulu. hahahaha..

jadi, kapan siap menikah?

8.9.14

#3 Quote of the Day : Curiosity

"once we believe in ourselves, we can risk curiosity, wonder, spontaneous, delight or any experience that reveals the human spirit."

makin lama jadi makin adiktif, dan saya jadi tidak tau apa yang mengawali saya melakukannya berulang-ulang. saya sudah tau rumusnya bahwa kita harus yakin dan percaya, tapi tiap hari tanpa melakukannya? kecuali saya sibuk banget bangetan, baru pernyataan tersebut masuk akal. 

shame on me.

ya sudah. life must go on. selama konsekuen dengan tindakan sendiri, saya rasa sah-sah saja lah. 

:)

7.9.14

#2 Don't you worry..

kalimatmu tadi bukan sekedar lewat. hingga kini masih tersimpan di lemari dalam memoriku. aku tau kamu tidak akan pernah bisa mengeluarkan apa yang sebenarnya sudah di ujung bibir. karenanya, kalimatmu tadi aku simpan, agar nantinya ke depan aku tidak harus membuatmu gelisah, mempertanyakan cara untuk menyajikannya padaku.

yang harus kamu tau, tidak lagi ku punya ruangan terkunci. 

sudah enam ratus tiga puluh hari lebih kita bersama, jangan lagi ada pertanyaan kecuali "will you marry me", ya?

6.9.14

#1 Masuk Happy, Pulang Happy.

Kalau dibawa melamun pikiran ini, melayang pada bulan Oktober 2013, pasti cuma bisa geleng-geleng saja. Keputusan yang hingga kini masih sering diremehkan, ternyata bisa bertahan hingga detik ini. Saya mahasiswa hukum yang mencari sesuap nasi di dunia broadcasting. Kata mereka, sayang ilmunya. 3,5 tahun belajar kitab undang-undang, ujung-ujungnya cari artis. Kata mereka, harusnya gelar saya (yang katanya prestigious) bisa membuat rekening tabungan saya menggendut.

Ah.
Untungnya saya orang yang ignorant. Apatis kepada hal-hal yang membuat beban di hidup saya. Maka 'kata mereka' hanya numpang jalan di telinga.

Saya ngga bilang mereka benar-benar salah. Saya pun sadar, bahwa suatu ketika akan ada keputusan yang diambil dengan tidak berdasarkan ego semata. Bahwa suatu ketika akan ada banyak hati dan kepala yang mulai masuk dalam daftar prioritas ketimbang diri sendiri.

Hanya saja, begini..

Cara saja mencari sesuap nasi dan segelas es teh manis tiap harinya ini adalah cara yang membuat hati saya gembira. Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Obat segala duka dan lara. Sebenarnya sih cuma ingin seperti masa SMA. Masuk sekolah happy, pulang juga happy. Karena pada saat SMA, ketika semua berlomba masuk kelas IPA, saya dibebaskan masuk kelas IPS, meski secara nilai saya bisa masuk IPA. Tapi karena dari awal sudah ingin sekali masuk kelas IPS, jadilah saya memutuskan untuk memilih jurusan tersebut. Akhirnya? Masa SMA saya menjadi masa yang paling menyenangkan!

"Stop making people feel bad for liking things that make them happy."
Kalian juga ngga suka kan kalo dibilang aneh kalo koleksi pernak pernik Star Wars?

Sekarang sih, saya sedang berkompromi dengan orang-orang yang sayangi tapi menentang apa yang saya kerjakan kini. Semoga nantinya akan ada jalan tengah ya, tanpa harus membuat salah satu terpaksa mengikuti jalan hidup yang bukan keinginannya.

Selamat malam.
Happy weekend, good people!

NB: Saya memulai kembali project #30HariMenulisBlog. Yaaaaahhhhh, doakan saja tidak ada postingan yang ngutang. *lirik jadwal shooting* Hahahaha :D