15.8.12

Apa Kabar?

Hingga detik ini, rekor "Apa kabar?" terjauhku hanya sampai Draft.

10.8.12

Paragraf Singkat

ketika aku sudah berani untuk menangkapmu, ternyata kau tak siap untuk jatuh.
roda memang benar berputar dalam sebuah paragraf yang singkat.
dulu, setengah hati aku menanam benih. sekarang kau yang sepertinya enggan menuai.
roda memang benar berputar dalam gelak tawa singkat dan berujung pada sorakan tangis.

aku merasakanmu dalam sunyi. pelan-pelan namun pasti.
lalu mengapa harus bergegas jika awalnya kau ajak aku untuk meniti.
ketika aku sudah hampir pada ujung titian, kau lenyap, tidak lagi memapahku.
aku memang bukan siapa-siapa dalam sedikitpun ruang hatimu.
tapi aku menyulam benang-benang sayang yang kau beri.
entah untuk apa, yang pasti inginnya aku naungi.

mungkin bukan sekarang.
atau mungkin bukan kau.
si pemberi benang-benang sayang yang sekarang harus aku urai satu persatu.

terimakasih untuk paragraf singkatnya.
jangan beri aku tinta lagi, karena lembar demi lembar sudah aku bakar.

28.7.12

About MG

aku suka kata-kata indah.
aku suka mendengarnya.
apalagi kalau itu terselip dalam setiap pesan.
pesanmu.
hanya saja, hal tersebut jarang terjadi.


aku tau kamu tak begitu lihai memutar lidah, bermain menyusun kata dengan segala estetika.
ah! itu memang bukan gayamu, dan aku tau.
toh aku memperhatikanmu bukan karena itu.
kamu berbeda.
kaku, pemalu dan tak banyak bicara.
bagaimana bisa kamu membuat perempuan tertarik dengan segala kekakuanmu?

You don't always say sweet thing, but you did a lovely thing.

Thankyou, MG.

18.6.12

Semoga Tidak Kamu Lagi

ada rasa sedih saat melihatmu bahagia
bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia
melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu
itu menyakitkan 
seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar

mungkin ini waktu untuk aku terpuruk
supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan
sehingga doa dapat melahirkan smangat 
dan kemudian untuk buatku bangkit
namun ketahuilah 
sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu
ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku 
dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku

ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku
yaitu aku mampu terima kamu apa adanya

aku meminta ampun kepada Tuhan
sebab aku pernah berharap kalau suatu saat
ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu
aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi
sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin

aku harus menjadi paku
kamu yang bagai lukisan
dan cinta itu palunya

memukul aku

memukul aku

dan memukul aku

sampai aku benar-benar menancap kuat

pada akhirnya
semoga tidak kamu lagi
yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas.


***

Ini merupakan salah satu puisi karya Zarry Hendrik yang saya suka dan terkadang menampar saya dengan keras. Kalian bisa mendengarkannya di sini.

14.6.12

Hai :)

hai kamu.

tidak perlu mengejar tahu.
aku hanya butuh rasa.

selamat malam.

21.5.12

Jangan menyimpan hal yang tidak perlu

lalu untuk apa mengumpulkan banyak-banyak rasa sakit pada hati
jika hanya membuat sesak dan tidak bisa berjalan?
lalu untuk apa menyimpan banyak-banyak rasa sakit pada hati
jika sudah tahu bagaimana sakitnya rasa sakit itu?

***

jangan memberi makan kenangan.
karena kamu akan kekenyangan dan menjadi semakin besar.
sehingga tidak bisa kemana-mana.
tetap pada tempatmu, dengan menyedihkan.

7.5.12

Buah Kuldi

kamu tak lebih dari sepotong buah kuldi.
meninggikan imaji dan terbangkan semua keluar lini.
namun sedetik kemudian, terperosok jurang kelam.
tak terbatas dan tak pelak menimbulkan lebam.

kamu tak lebih dari sepotong buah kuldi.
diluar terlihat membuncahkan birahi,
namun ternyata siap menguliti.

aku tau kamu tak lebih dari sepotong buah kuldi.
maka aku tak bernafsu untuk menikmati.