Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis Blog. Tampilkan semua postingan

4.1.11

#29 Rintik Hujan

senja ini, hujan di luar sana. rintiknya meringis, menyapaku dibalik jendela kamar.
aku tersenyum sambil mengetuk telunjukku di jendela, pertanda aku membalas sapaannya.
hujan dan senja adalah kombinasi yang briliant.
hatiku seakan terhipnotis untuk melamun mengikutinya meresap dalam tanah.

aku menarik nafas panjang. Hhhh~

aroma tanah karena hujan. aroma capuccino hangat. aroma kamar. aroma kamu.
semua melesak ke dalam saluran pernafasanku. memenuhi sendi dan paru.
kemudian aku memejamka mata. mengejar memori dulu kala.
yang nampak di mata seperti putaran slideshow. kepingan kenanganpun mulai terkuak.

ah, aku rindu.

kepingan saat aku umur lima. gendut dan tak pernah berfikir akan semakin gendut jika makan.
berlarian dengan angin, terbahak oleh kelakuan teman sepermainan. aku belum kenal dengan Beban.
waktu tidak pernah berhenti berjalan. menyusun kepingn-kepingan kehidupan.
aku sudah hampir berkepala dua.
menurutku, berumur bukan berarti bebas melakukan apa saja. justru akan lahir pemikiran bernama pertimbangan dan resiko yang selalu muncul di setiap kita melakukan sesuatu.
tidak seperti saat kita berumur lima. semua mengalir seperti air.

rintik membuyarkan lamunanku. dia ingatkanku akan suara adzan maghrib.
kutempelkan ke lima jariku pada jendela. mengirimkan terimakasih pada rintik.
memberi kecup barang sejenak kepada cangkir capuccino, kemudian beranjak mengambil wudhu. meluruhkan sisa lamunan menuju pembuangan.

3.1.11

#28 Bibit Bunga

aku tidak menyangka
bibit bunga yang aku beli di bazaar kemaren bisa tumbuh sebesar ini

awalnya aku hanya iseng membeli sekantong bibit bunga dari nenek tua di sebuah bazaar
aku sebenarnya tidak tahu bunga apa ini
karena kasian aku beli lalu kubawa pulang

sampai rumah ku letakkan bibit tersebut dalam gudang
lalu aku kembali ke kamarku, meneruskan pekerjaanku yang tertunda
pekerjaan yang baru-baru ini aku tekuni

awalnya aku memang semangat
namun setahun kemudian, aku jenuh
karena pekerjaan ini sangat memojokkanku dengan tuntutan diluar kepala
hari-hariku dipenuhi deadline dan ketakutan untuk mengahadapi hari esok

tiba tiba aku dipecat.
aku frustasi, tak tahu lagi bagaimana meraih mimpi
begitu saja hingga dua bulan kalender habis
frustasiku menjadi masa bodoh karena sahabat-sahabatku memberi vitamin penyemangat
aku lupa akan tragedi PHK itu, dan aku dapat menjalani hidupku dengan normal

suatu hari, saat aku akan pergi piknik bersama sahabatsahabatku,
tibatiba pandanganku menuju ke arah gudang
seketika memoriku tertuju pada hari dimana aku membeli sesuatu dari sebuah bazaar
ku letakkan keranjang piknikku dan bergegas menuju gudang
ku cari-cari sesuatu itu, atas, samping, bawah hingga mataku tertuju pada tumpukan kain berantakan yang ada di atas meja
dan aha! itu dia sesuatu itu
aku menemukan bibit bunga dari nenek tua setahun yang lalu
sambil kubersihkan dia dari debu debu tahunan, aku menuju kamar

setibanya dikamar, aku buka kantong itu
hmm, bibit bunga yang unik
bijinya bergelombang yang berwarna merah
kirakira bunga apa ini? gumamku

aku ambil pot kecil sisa kaktusku yang tak terawat
kuganti tanahnya, dan aku letakkan biji unik ke dalam potku
tibatiba ada rasa penasaran yang muncul
sejenak melupakan frustasi yang menghantui

hari demi hari tak pernah kulewati tanpa memberi minum si biji unik
ku beri dia sinar matahari
dan terkadang ku putarkan beethoven untuknya
sebelum tidur, aku pun sering cerita bahkan mengeluh kepadanya tentang hidupku yang stagnan
aku senang, dan aku lupa akan tragedi PHK-ku

sekarang
empat bulan kalender habis
biji unikku tumbuh menjadi bunga matahari
ya, bunga matahari.
aneh ya? padahal bibitnya sama sekali tidak sama dengan bibit bunga matahari pada umumnya
mungkin benar kata nenek itu, ini bunga edisi terbatas
kau tidak akan pernah menemukan yang sama dengannya
meski rupanya sama dengan kebanyakan, tapi apa yang terkandung di dalam jelas-jelas berbeda
kau akan merasakannya suatu hari nanti, begitu kata nenek tua itu.

hey bunga matahariku, aku beri nama kau ya?
hmm, bagaimana kalau sunflower?
terlalu umum ya?
ah, aku tau! bagaimana kalau Sunny?
bagus, kan?

baik Sunny, temani aku terus yaa.. jangan pernah bosan mendengar cerita juga keluhanku.
aku akan merawatmu hingga kau tumbuh besar sehingga bisa melindungiku :)

2.1.11

#27 2nd day of 2011

sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!
sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks! sucks!

1.1.11

#26 Timbangan

pacaran itu sama saja dengan memegang timbangan
kamu pegang yang sisi kiri
dia yang sisi kanan
tiap waktu kalian isi timbangan tersebut dengan memori, sifatmu hari ini, sikapnya kemarin, atau kejutan-kejutan kecil yang tidak pernah dibayangkan

aturan pertama adalah jaga timbangan itu supaya tetap dalam garis lurus
artinya tidak timpang
atau berat sebelah
disaat dia terlalu banyak meletakkan sikapnya dalam timbangan itu
kamu juga harus menambah beberapa kilo pemahaman dalam sisimu
agar apa? agar seimbang
disaat kamu meletakkan berton-ton keegoisanmu dalam sisi kiri
dia harus menyeimbangkan dengan berton-ton pengertian
agar apa? agar seimbang

timbangan itu milik kalian berdua
bukan miliknya atau milikmu
kalian berdua lah yang mengontrol
bukan salah satu

jika segala sesuatunya seimbang, hidup akan lebih menyenangkan, bukan?

31.12.10

#25 Kastok

aku ambil kastok dari lemari cokelat kayu pintu tiga.
aku lepaskan dari badanku, satu per satu.
sambil memandanginya nanar.
oh dadaku sesak ketika helaian terakhir mulai lepas dari badanku.

aku pindahkan ia ke kastok yang kuambil tadi.
ku pasang dengan manis, rapi, tak ada kusut.
sambil memandanginya nanar.
oh airku meleleh ketika hampir selesai.

harapan.
kugantungkan dulu dalam lemari cokelat kayu pintu tiga.
kapan-kapan kupakai lagi.
terimakasih.

30.12.10

#24 Selingkuh

maaf, aku selingkuh.



tumblr lebih menggoda daripada kamu, blogspot.

29.12.10

#23 Tujuh Hari Menjadi Vegetarian

beda ya dengan posting-posting sebelumnya,
kali ini aku mau cerita-cerita gitu layaknya anak SMP dengan diary-nya.
haha so sweet abisss..


jadi-jadi begini ceritanya.
hari minggu kemarenan, tiba-tiba terlintas suatu benak yang aneh di dalam otak.
bagaimana jikalau andaikata aku jadi vegetarian?
ha-ha
so silly sih benernya.
hellooo.. aku tuh bukan tipe orang yang sembarang makanan doyan, terutama ya sayur ini.
sempet deh aku nge-tweet di akon twitter aku.,
"bisa ngga yaa, orang yang ngga doyan sayur menjadi vegetarian?"
ha-ha
stupid question, ya?
tapi tapi tapiii, aku dengan modal dan latar belakang kehidupan yang seperti itu *ceilah* menekatkan diri untuk melakukan tantangan 7 hari menjadi vegetarian. Jeng! Jeng! *suara terompet dan kembang api*
jadii mulai hari senin tanggal 27 Desember 2010 saya resmi menjadi vegetarian (selama tujuh hari sajah. ha-ha)

semoga apa sesuatu yang aneh bin ajaib yang terlintas di otak saya ini bisa menjadi suatu manfaat bagi saya dan orang lain, juga nusa bangsa tanah air Indonesia *hah? kenapa nyangkut kesini?*

daaaann.. terakhir dan yang paling inti dari semua ini a-da-lah ..

please God, aku pingin kurus.

28.12.10

#22 Tak lagi manis

kamar sempit berukuran 2x2
kamu,
menyalakan sebatang rokok,
menghisapnya, sambil menatapku.
di hadapanku.

kamu,
mondar-mandir meracaukan segala kata,
segala emosi, dan amarah,
tapi telingaku tuli,
aku hanya dapat melihat, kamu dan sebatang rokok itu.

kamu,
tak lagi manis.

27.12.10

#21 Dreams

Photobucket

--------------------------------------this is yours --------------------------------------

Photobucket

--------------------------this is mine --------------------------

***

lets hang and reach it together.

25.12.10

#19 Lasmi

" namaku lasmi.
baru pindah ke kota empat bulan lalu,
sepucuk surat berisi beasiswa belajar mengantarkanku ke metropolis,
aku kaget sekaligus heran,
pagi, siang, bahkan malam,
rasanya tidak ada yang berhenti untuk tidur.

namanya mas andi.
ganteng dan gagah,
aku bertemu dengannya saat aku tersesat, tidak tahu arah pulang,
mas andi baik, buaiiikk sekali,
aku diantar sampai kost-an dan dibelikan nasi goreng
sampai tidak bisa tidur rasanya.

sejak saat itu mas andi sering main ke kost.
membawakanku pisang goreng,
atau buku baru, dia tahu aku suka sekali membaca,
tak jarang dia hanya menemaniku belajar,
melihatku, sampai wajahku memerah,
aku takut kalau suara jantungku terdengar oleh mas andi.

kemarin aku diajak mas andi pergi ke bioskop.
memang dasar udik, pakaianku sama sekali njomplang dengan manusia-manusia yang ada di sana,
tapi mas andi lagi-lagi baik,
katanya aku cantik, meski hanya memakai daster.
dia yang memilih filmnya, katanya sih romantis,
aku manut saja karena aku tak tahu menahu masalah seperti ini,
aku gugup saat duduk berdua dengan mas andi di bioskop,
jantungku mau keluar saat mas andi tiba-tiba memegang tanganku,
duh, rasanya keringat dingin,
sampai-sampai aku tidak tahu jalan ceritanya saking deg-degan!

film usai, kamipun pulang.
yah, turun hujan, dan mas andi tidak membawa jas ujan,
akhirnya kami menunggu sampai hujan reda.
tapi aku khawatir dengan jam malam kos-kosan,
jangan-jangan sudah dikunci,
dan sungguh mas andi memang pengertian,
seakan bisa membaca raut mukaku, segera dia mengajakku pulang, dan yang pasti dengan hujan-hujan.

sampai kost-an ternyata ibu kost sedang keluar,
aku bernafas lega karena belum di kunci.
karena basah kuyup, aku mengambilkan mas andi handuk dan kubuatkan teh hangat,
awalnya kami mengobrol ringan, hingga tiba-tiba tangannya menyentuh daguku, dan mencium lembut bibirku.
sontak aku kaget, dan jantung berdetak sangat kencang.
"tenang saja, lasmi. aku tidak akan macam-macam" begitu tuturnya dengan suaranya yang lembut. lembut sekali.
aku tersihir dan memejamkan mata.. "


***

"brengsek.."
kusobek catatan harianku menjadi serpihan kecil. penuh emosi.
"andai saja.."
pandanganku nanar melihat test pack tergeletak di meja dengan tanda plus.

24.12.10

#18 Tik Tok

tik tok tik tok
waktu, waktu, waktu.
kadang kau berlari
kadang tak berenergi.
aku bingung menghadapimu
saat aku ingin menyesap hangat kopi dan makan crackers
kau malah gelisah, keringat dingin, tergesa-gesa.
justru saat aku menggandengmu untuk berlari,
eh, kau malah diam diri, berjalan seperti siput.
aku kesal sekali!
seakan kau ngambek, padahal aku tak melakukan apa-apa.

tik tok tik tok
aku harap jam tanganku mati
dan dunia diam barang sejenak.

23.12.10

#17 UP

Photobucket

this film made me cry cry and cry.

22.12.10

#16 Someday

Someday, you'll get this in the morning.

Photobucket

21.12.10

#15 Suatu Malam

gerhana bulan,

jarijariku sedang menari
mereka iseng sekali
tibatiba membuka satu halaman
mataku juga tak sabar mengejar
kiri lalu kanan
atas kemudian bawah

detakan jantung terhenti
tak minta izin
tarian jari susuran mata
kemudian terganti dengan nafas yang menderu

gerhana bulan
aku cemburu


20.12.10

#14 Merah

aku benarbenar muak
dengan jarak
dengan waktu
dengan si-tu-a-si!
mereka tak mau disalahkan.
apa-apaan?!
mereka pikir mereka siapa, hah?
sok-sokan sekali menjadi yang paling benar.

ah, aku benarbenar muak!

ingin ku bakar saja si jarak
agar tak ada lagi yang mengintimidasi
ingin ku bunuh saja sang waktu
agar tak ada lagi tunggu
ingin ku racun saja situasi
agar tak ada lagi yang tak mau disalahkan

ahh. aku merah. aku marah.

18.12.10

#12 Jari. Menari.

biarkan jarijari ini menari di atas tubuhmu
melepaskan seluruh hasrat
mendesahkan segala rasa

biarkan jarijari ini menari
melayang
menganyam rangkaian kata

biarkan jarijariku menulis katakata
melepaskan seluruh makna
menderukan inspirasi
membuatnya penuh berisi

biarkan aku menulis
dan jangan ganggu

17.12.10

#11 Can't you?

hari ini manis

memakai gaun sutra bunga-bunga
sepatu mary jane
dan sebuah bando pink berbentuk bunga
sangat manis
dengan gincu berwarna nude

padahal kemarin galak

tak ada satu warnapun kecuali merah
mengandung amarah yang menyalak
sorotan mata seakan melahap
melahap semua katakata alasan
gincunya tak semanis hari ini

memang suka seperti ini
janganjangan esok kelabu

saat seperti itu favorit adalah biru
tanpa sepatu
dan bentuk U pada sudut bibir

ah. sangat galau.

Photobucket
---------------------------can you handle my heart? ----------------------------


aku tak ada inspirasi.

16.12.10

#10 Pensil

dunia ini di dalam kotak kecil tempat pensil
umur adalah jejeran pensil

setiap taun ujungnya tumpul
kemudian di raut kembali
dua tiga kali raut
runcing kembali

kadang patah karena rautan pisaunya karatan
sekali dua kali
bahkan kadang patah berkali kali

aku si pensil merah
hampir tumpul dan aku belum membeli rautan
entahlah
aku merasa ujungnya goyang-goyang

seperti siap patah.

Photobucket

15.12.10

#9 Pasir Pantai

Photobucket


kau pungut aku dipantai
genggam demi genggam
kau cuci bersih
dan kau masukkan aku dalam kantong flanelmu
sambil tetap menggenggamku
kalau-kalau tercecer, katamu

semakin kau berjalan jauh
berlari dengan peluh
entah mengapa
genggamanmu semakin erat
aku tak pernah faham isi hatimu
namun aku sesak nafas
sudah teriak aku dari kantongmu
tapi mungkin kau tak bisa mendengar suaraku yang mono
aku mencoba bertahan saat ini

aku siapkan peti mati
kalau-kalau kantung nafasku sudah habis