Tampilkan postingan dengan label Sunshine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunshine. Tampilkan semua postingan

11.4.11

Mendung Part 2

dan tiba-tiba kamu mengirim pesan singkat :

eh sayang, kalau ada ombak atau badai sekalipun yang tiba-tiba datang ke kapal kita, kamu jangan pergi atau loncat dari kapal ya? kamu masuk kamar saja, biar aku yang mengendalikan kapalnya, kamu cukup diam di kamar dan berdoa ya.

eh. itu tidak singkat ya?
apapun itu, I adore you mr. Sunshine :)

5.11.10

I love you like I really love you.

I'm not the one who expert in brag,
Or say good-sweet words like the one in poetry.
I've never felt,
Or did like this before.
I know it sounds soo high school, but I feel different.
It's all about him.
That boy.
No, That man.

When I woke up, I always miss him.
No matter I already met yesterday or a few minutes ago.
It's like I have no limited time to miss him.
I feel safe and comfortable when he's sitting next to me.
Talking about us.
Watching our future fly with the wind.
Hugging and kissing the twilight.
Or say "Good Morning" to sunrise.
It's like we have our own circle world which people can't even reached it.
Really fun, fun-tas-tic!

I love him like I really really love him.
I mean it.

8.9.10

Rindu. Satu. Kamu

Aku sedang merah jambu.
Karena hujan jatuh terus menerus hingga terseok-seok.
Aku tidak sedang ingin berkelabu.
Atau bahkan menderai biru.
Aku hanya ingin merah jambu meski hati meradang Rindu.

Mengapa rindu ini perih?
Seperti luka yang tersiram jeruk nipis.
Seperti peluk yang tak dapat sambutan oleh lengan. Miris.
Dan sialnya.
Rindu ini semakin menebal seperti kulit babat yang ku benci.
Rindu ini semakin menyengat seperti parfum Paris Hilton.
Aku tak sanggup bernafas.
Terhimpit tebal dan menyengatnya rindu.

Kau berada jauh ratusan kilometer dari ragaku.
Kau bawakan bayangmu untukmu.
Kalau-kalau kau rindu, peluklah ia meski hitam. Katamu.
Ketika rindu mampir, aku peluk kemudian aku ajak ngobrol saja bayangmu.
Hangat sih, tapi aku tetap saja merasa dingin.
Karena ia tak bisa mengucap kata dan doa dari mulutnya yang bisa menenangkanku.

Tak ada lagi yang bisa ku lakukan dengan bayangmu.
Jiwa kompeniku muncul.
Aku ingin memonopolimu.
Bahkan lebih dari tiga abad.
Lebih dari selamanya.

Wahai Rindu. Susurilah hatiku sesuka hatimu.
Karenamu, hatiku semakin kuat.
Dan kelak, akan tumbuh buah manis dan legit, hasil segalon Sabar yang kusiram tiap kau datang.

Rinduku Satu, Eigenar. Dan hanya untuk Kamu.

1.9.10

Korelasi

Barat dan Timur.
Dua arah yang berlawanan.
Tidak akan pernah bertemu.
Tidak akan pernah melebur.
Namun matahari, yang membuatnya menjadi satu pasang.
Dan garis mata angin selalu meletakkannya secara sejajar.

Hitam dan Putih.
Warna yang kontras.
Jika letakkan hitam di atas putih, hasilnya kotor.
Jika letakkan putih di atas hitam, percuma. tak nampak.
Namun abu-abu, yang membuat mereka bertemu.
Bersatu dan bercumbu.

Aku dan Kamu.
Seperti Barat dan Timur.
Berlawanan. Tak melebur.
Seperti Hitam dan Putih.
Kontras. Tak indah.
Mungkin Tuhan salah menempatkan takdir.
Mungkin sebenarnya, Kamu bukan untukku.
Karena semua terlalu berlawanan.

Aku perempuan hitam.
Aku tidak manis. tidak bersih. dan kasar.
Rasanya aku takut untuk menginjak ruang putihmu.
Tapi apa jawabmu ketika kuberkata seperti itu?
"Justru di situlah letak manismu"
Aku tak mengerti.

Aku mencoba membaca sirat matamu.
Mengikuti alur gerakan yang di buat oleh bibirmu.
Aku bukan orang yang mengerti akan analogi.
Tapi, matamu menusuk tajam hatiku.
Lalu aku malu.
Segala kemungkinan yang kuciptakan.
Segala kesimpulan yang kuhasilkan.
Tak satupun mendapat anggukan darimu.
Bahwa mungkin, Tuhan salah memberiku takdir.
Bahwa mungkin, Tuhan tidak mencipkan kamu untukku.
Matamu bagai api.
Membakar segala kemungkinan yang ku buat.
Matamu bagai parang.
Mematahkan segala kesimpulan yang ku munculkan.
Matamu berbicara serius.
Bahwa Barat dan Timur bersatu karena adanya matahari.
Bahwa Hitam dan Putih bisa lebur karena si abu-abu.
Bahwa aku memang sebuah takdir baik untukmu.
Bahwa aku adalah ciptaan Tuhan untukmu.
Bahwa sekontras apapun.
Aku dan Kamu memang waktunya bertemu.
dan Tuhan-pun setuju.

Kamu adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan.

Hey, Eigenar.
Jika kau membaca ini.
Sampaikan salam pada Tuhan yang begitu baik.
Karena sudah menggariskan takdirku menuju tempatmu :)

1.8.10

Sunshine

aku baru memberanikan diri untuk menulis kau pada jurnalku.
kau, adalah baru.
bukan dari masa lalu.
atau seseorang yang sebelumnya aku tahu.
kau, benar-benar baru.

mungkin, jika kau tak menyapaku.
tidak akan ada nama aneh dalam kontakku.
tidak akan ada pesan singkat nan aneh dalam kotak masukku.
tidak akan ada temu dan tawa yang kau suguhkan tiap hari.
tidak akan ada.
meski pertemuan itu, tidak kuduga sama sekali.

aku belum sanggup, atau lebih tepatnya tidak mau menulis banyak tentangmu dalam jurnal ini.
karena aku sendiri belum paham apa maksud hati.
karena aku sendiri belum tahu seperti apa sebenarnya sosok kau.
karena aku sendiri belum memastikan, kunamakan apa kau dalam label hatiku.
dan karena banyak 'karena' lainnya,
aku tidak ingin berjalan cepat.
aku ingin menikmati semua waktu dan momen yang kau suguhkan kepadaku.
karena,
aku hanya ingin bahagia saat ini.
dan tak punya waktu untuk bersedih :)