8.9.10

Rindu. Satu. Kamu

Aku sedang merah jambu.
Karena hujan jatuh terus menerus hingga terseok-seok.
Aku tidak sedang ingin berkelabu.
Atau bahkan menderai biru.
Aku hanya ingin merah jambu meski hati meradang Rindu.

Mengapa rindu ini perih?
Seperti luka yang tersiram jeruk nipis.
Seperti peluk yang tak dapat sambutan oleh lengan. Miris.
Dan sialnya.
Rindu ini semakin menebal seperti kulit babat yang ku benci.
Rindu ini semakin menyengat seperti parfum Paris Hilton.
Aku tak sanggup bernafas.
Terhimpit tebal dan menyengatnya rindu.

Kau berada jauh ratusan kilometer dari ragaku.
Kau bawakan bayangmu untukmu.
Kalau-kalau kau rindu, peluklah ia meski hitam. Katamu.
Ketika rindu mampir, aku peluk kemudian aku ajak ngobrol saja bayangmu.
Hangat sih, tapi aku tetap saja merasa dingin.
Karena ia tak bisa mengucap kata dan doa dari mulutnya yang bisa menenangkanku.

Tak ada lagi yang bisa ku lakukan dengan bayangmu.
Jiwa kompeniku muncul.
Aku ingin memonopolimu.
Bahkan lebih dari tiga abad.
Lebih dari selamanya.

Wahai Rindu. Susurilah hatiku sesuka hatimu.
Karenamu, hatiku semakin kuat.
Dan kelak, akan tumbuh buah manis dan legit, hasil segalon Sabar yang kusiram tiap kau datang.

Rinduku Satu, Eigenar. Dan hanya untuk Kamu.

1.9.10

Korelasi

Barat dan Timur.
Dua arah yang berlawanan.
Tidak akan pernah bertemu.
Tidak akan pernah melebur.
Namun matahari, yang membuatnya menjadi satu pasang.
Dan garis mata angin selalu meletakkannya secara sejajar.

Hitam dan Putih.
Warna yang kontras.
Jika letakkan hitam di atas putih, hasilnya kotor.
Jika letakkan putih di atas hitam, percuma. tak nampak.
Namun abu-abu, yang membuat mereka bertemu.
Bersatu dan bercumbu.

Aku dan Kamu.
Seperti Barat dan Timur.
Berlawanan. Tak melebur.
Seperti Hitam dan Putih.
Kontras. Tak indah.
Mungkin Tuhan salah menempatkan takdir.
Mungkin sebenarnya, Kamu bukan untukku.
Karena semua terlalu berlawanan.

Aku perempuan hitam.
Aku tidak manis. tidak bersih. dan kasar.
Rasanya aku takut untuk menginjak ruang putihmu.
Tapi apa jawabmu ketika kuberkata seperti itu?
"Justru di situlah letak manismu"
Aku tak mengerti.

Aku mencoba membaca sirat matamu.
Mengikuti alur gerakan yang di buat oleh bibirmu.
Aku bukan orang yang mengerti akan analogi.
Tapi, matamu menusuk tajam hatiku.
Lalu aku malu.
Segala kemungkinan yang kuciptakan.
Segala kesimpulan yang kuhasilkan.
Tak satupun mendapat anggukan darimu.
Bahwa mungkin, Tuhan salah memberiku takdir.
Bahwa mungkin, Tuhan tidak mencipkan kamu untukku.
Matamu bagai api.
Membakar segala kemungkinan yang ku buat.
Matamu bagai parang.
Mematahkan segala kesimpulan yang ku munculkan.
Matamu berbicara serius.
Bahwa Barat dan Timur bersatu karena adanya matahari.
Bahwa Hitam dan Putih bisa lebur karena si abu-abu.
Bahwa aku memang sebuah takdir baik untukmu.
Bahwa aku adalah ciptaan Tuhan untukmu.
Bahwa sekontras apapun.
Aku dan Kamu memang waktunya bertemu.
dan Tuhan-pun setuju.

Kamu adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan.

Hey, Eigenar.
Jika kau membaca ini.
Sampaikan salam pada Tuhan yang begitu baik.
Karena sudah menggariskan takdirku menuju tempatmu :)

1.8.10

Sunshine

aku baru memberanikan diri untuk menulis kau pada jurnalku.
kau, adalah baru.
bukan dari masa lalu.
atau seseorang yang sebelumnya aku tahu.
kau, benar-benar baru.

mungkin, jika kau tak menyapaku.
tidak akan ada nama aneh dalam kontakku.
tidak akan ada pesan singkat nan aneh dalam kotak masukku.
tidak akan ada temu dan tawa yang kau suguhkan tiap hari.
tidak akan ada.
meski pertemuan itu, tidak kuduga sama sekali.

aku belum sanggup, atau lebih tepatnya tidak mau menulis banyak tentangmu dalam jurnal ini.
karena aku sendiri belum paham apa maksud hati.
karena aku sendiri belum tahu seperti apa sebenarnya sosok kau.
karena aku sendiri belum memastikan, kunamakan apa kau dalam label hatiku.
dan karena banyak 'karena' lainnya,
aku tidak ingin berjalan cepat.
aku ingin menikmati semua waktu dan momen yang kau suguhkan kepadaku.
karena,
aku hanya ingin bahagia saat ini.
dan tak punya waktu untuk bersedih :)

17.7.10

Quote of the Day

if you dont know anything, dont act like you knows everything!

16.7.10

Quote of the Day

Life's like black coffe. Bitter in beginning but it will open your eyes to see things clearly. ( Stenny Agustaf )

13.7.10

Madura, Im Sinjaay!

what a great vacationnn!
tanggal 12 kemaren saya, cece, ragil, windy, nando dan dede pergi touring ke pulau tetangga yaitu Madura.
hasrat berbicara sudah jauh-jauh hari sih, tapi terealisasinya baru sekarang.
and its was soooo muuuccchhhh fuuuuunnnnnnn.
*did i write much? yes. lol

rencananya kita berangkat jam 6 pagi, tapi karena ini Indonesia, jadi mulai benar-benar berangkat adalah sekitar setengah 8.
setelah 15-30 menit berskutermatik ria dan balapan dengan para tronton, sampailah kita di Pelabuhan Tanjung Perak.
awesome!
kita super norak begitu masuk kapal.
kamera cece jadi korban pertama.
dan seperti kata Roti Boy, one is never enough.
berbanyak-banyak jepret hanya untuk di kapal saja.
sayang, kamera saya ngga sempat mengabadikan momen di kapal.

15 menit kemudian..
ALOHA MADURA !!
sampailah kita di Madura, tepatnya di Bangkalan.
tanpa banyak bicara,langsung meluncur ke rumah gerda.
ngga jauh sih dari pelabuhan.
cuma karena jalan utama di Madura mirip jalan utama di daerah ( baca: luruuuuussss terus ) jadinya kerasa lama.

begitu sampai di rumah gerda, kita langsung cabut lagi ke tujuan pertama kita, yaitu makan Bebek Sinjay.
tapi sebelum itu kita mau mengunjungi Universitas Trunojoyo Madura dulu buat study banding.
ceilah. ngga kok.
cuma mau liat-liat aja seperti apa sih kampusnya.



dan inilah Fakultas Hukum-nya. hehehehe


setelah dari Trunojoyo, kita langsung capcus ke Bebek Sinjay!






ini dia bebek sinjay!


benernya sama aja sih kayak bebek-bebek pada umumnya.
tapi yang bikin beda itu sambel pencitnya.
dan ada kriwilan-kriwilan semacam tepung diatas bebeknya.
wooooooohhh.
yeah im droooolllliiiingggg :~

setelah puas memakan bebek, kita melanjutkan perjalanan ke pantai dan mercusuar.
jalanan yang ditempuh lumayan serem kalo malem. karena ngga ada penerangan sama sekali.
kanan kiri sawah dan hutan.
untungnya kita kesana siang hari.
and here's the beach.







puas kita foto-foto di sana.
mulai dari gaya 'Arti Sahabat' sampe pre-wedding.
lagi-lagi one is never enough.

abis dari lautnya, kita menuju ke Menarasuar alias mercusuar.
awalnya pede abis bakal sanggup sampe lantai atas.
tapi karena medannya yang licin ( hujan ) dan ada 16 lantai, kita agak terengah-engah.
tapi itu semua terbayar dengan pemandangan di atas.
Subhanallah, begitu besar ciptaan Allah.
sampe diatas kita make a wish kenginan kita masing-masing dan berdoa.
ada yang mau ke paris, jerman, belanda.
jadi istri yang solekha.
bahagia dunia akhirat.
macem-macem.
dan kita amin-i secara bersama-sama.










setelah berababil ria ( baca: nyanyi2, teriak2, joget2, dan foto2 ) kita turun ke bawah karena hari sudah semakin senja.
sebelum pulang kita menyempatkan diri untuk makan rujak pake petis madura.
it was good.
sayang, saya ngga sempat mengabadikan fotonya karena keburu habis.
haha ;p

daaaaaannnn..
saya capek.
baik bercerita di blog ini maupun setelah pulang dari madura.
sampai kost-an dede jam 19.30 tapi saya baru sampai rumah pukul 23.30.
ribuan rasa capek menggelayut, but worth it :)

see you next vacation :)

Mengapa begitu?

baiklah.
saya akan mengaktifkan kembali blog ini.
sebenarnya banyak yang ingin saya ungkapan.
namun saya ngga begitu akur dengan kata-kata.
ya, saya itu ngga bisa berkata dan berpuisi.
saya lebih suka berbicara.
tapi saya ingin menulis.
aneh, ya?

mengapa harus "Eat, Pray and Love?"
sedikit mengutifp sebuah judul buku sih, yang sampai sekarang saya masih belum membacanya T.T
saya itu suka sekali makan.
makanan dan saya adalah takdir.
we are soulmate, you know?
mengapa saya suka makan?
entahlah.
mungkin enzim di lidah saya memang gemar sekali merasa dan mencicip.
di saat semua orang,
menangis tujuh hari tujuh malam,
mogok makan,
melamun,
untuk melampiaskan rasa depresinya,
tidak demikian untuk saya.
eat is healing.
di saat saya makan - apalagi eat a good food, saya seperti menemukan penyembuh saya.
saya seperti menemukan belahan jiwa saya.
seperti menemukan oase di tengah padang gurun Sahara!
yeah. sounds ridicolous.
but i did it.
dan obsesi saya adalah ingin mencicipi semua jenis makanan di seluruh dunia.
tapi saya ngga bisa masak.
poor me.
harusnya saya belajar masak.
karena, ya, memang ngga ada ruginya.
if you wanna eat some good food, you dont have to buy it, just cook.
aah, semoga ada kesempatan untuk saya belajar masak.

dan Pray.
well, setiap kata yang terucap adalah doa.
bagi saya yang mengucapkan.
atau bagi yang saya ucapkan.
saya ingin menjadi dewasa dengan setiap kata yang saya ucapka.
saya ngga mau lagi deh, jadi ababil ( ABG labil ) yang tiap kali emosi selalu bilang Cok, Fuck, What the Fuck and soon.
man.
saya ingin berkata Astaghfirullah.
Subhanallah.
atau,
Alhamdulillah.
mungkin dulu, atau bahkan sekarang, saya masih seperti ababil.
tapi hey,
sekali lagi perkataan adalah doa.
yeah, meski disini tagline itu bisa diganti menulis adalah berdoa.
dan ya, saya sedang berdoa!
setiap cerita yang nantinya saya tulis adalah sebuah doa.
setiap tawa dan airmata yang akan saya bagi adalah doa.
blog ini adalah doa untuk saya.

dan love.
selalu ada cinta.
c-i-n-t-a.
memang lho.
sekarang siapa juga yang hidupnya ngga pernah merasakan cinta.
well. jangan terburu-buru berkata tidak lho.
mungkin kamu belum merasakannya.
saya memang bukan masternya untuk berkata tentang definisi.
yah, katakan saya malas.
saya itu ngga suka berfikir terlalu rumit.
biarkan saya memandang cinta dari sudut pandang saya sendiri.
sekali lagi.
bercintalah, jangan kebanyakan mikir.
karena cinta adalah indera perasa.
bukan pemikir.
it is simple.
saya mau berbagi tentang cinta dan berbagai macam rasa di dalamnya.
saya pernah mencicip semua rasa.
ah, mungkin belum semua tepatnya.
saya masih harus mengeksplorasi.
karena itu saya juga taruh Love di sini.

well, this is my blog. selamat menikmati hidangan dan kudapannya :)